Dua Desa Raih Penghargaan Desa Bebas Api

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:05:55 WIB
TINJAU - Bupati Pelalawan dalam hal ini diwakili oleh Asisten I Setda Pelalawan beserta jajaran dan tim dari Asian Agri meninjau sarana dan prasarana pencegahan serta penanggulangan karhutla milik Asian Agri , Kamis 2 Juli 2026. FOTO Istimewa

RIAULIFE – Desa Segati dan Desa Bagan Limau di Kabupaten Pelalawan menerima Penghargaan Program Desa Bebas Api (DBA) 2025–2026 dari Asian Agri. Penghargaan diberikan atas keberhasilannya menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Penghargaan diberikan dalam rangkaian Apel Siaga Desa Bebas Api (DBA) 2026 dan Penandatanganan MoU DBA 2026–2027 di Pelalawan, Riau. Melalui penghargaan ini, Asian Agri tidak hanya mengapresiasi capaian desa-desa yang berhasil mencegah karhutla, tetapi juga mendorong kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran.

Head of Operations Asian Agri, Mephan Supriadi, menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan karhutla merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang terus diperkuat melalui Program Desa Bebas Api.

"Sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Riau, Asian Agri berkomitmen untuk terus memperkuat langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Kami percaya bahwa keberhasilan menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, masyarakat, aparat keamanan, dan dunia usaha," ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, kedua desa menerima insentif berupa perlengkapan pemadam, penguatan kapasitas tim Masyarakat Peduli Api (MPA), serta dukungan program lainnya untuk memperkuat kesiapsiagaan desa dalam mencegah karhutla.

Pada kesempatan tersebut, Asisten I Setda Kabupaten Pelalawan, H. Zulkifli S.Ag, M.Si, turut menegaskan pentingnya peran aktif desa dan masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan karhutla sejak dini.

"Mengingat puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus, seluruh pihak harus semakin sigap, tanggap, dan memperkuat kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi karhutla. Kami berharap capaian Desa Segati dan Desa Bagan Limau dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya untuk terus memperkuat budaya pencegahan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha," katanya.

Sejak diluncurkan pada 2016, Program Desa Bebas Api (DBA) mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga desa dari risiko kebakaran hutan dan lahan. Program ini dijalankan melalui berbagai kegiatan, seperti sosialisasi dan edukasi, pelatihan peningkatan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA), patroli terpadu, serta penerapan pembukaan lahan tanpa bakar.

Untuk memperkuat deteksi dini, Asian Agri juga memanfaatkan teknologi seperti pemantauan hotspot dan penggunaan drone. Seluruh upaya ini dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan, antara lain BPBD, Manggala Agni, TNI, dan Kepolisian, agar pencegahan karhutla dapat berjalan secara terpadu.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sepanjang periode 2025–2026, Desa Segati dan Desa Bagan Limau berhasil mempertahankan wilayahnya tanpa kejadian kebakaran hutan dan lahan. Capaian tersebut menjadi dasar pemberian Penghargaan Desa Bebas Api kepada kedua desa.

Sebagai langkah lanjutan untuk menjaga keberlanjutan program, Asian Agri juga melakukan Penandatanganan Komitmen Desa Bebas Api 2026–2027 bersama desa-desa di wilayah operasional perusahaan. Komitmen tersebut mencakup pelatihan lanjutan bagi tim MPA, dukungan sarana pemantauan dan pemadaman dini, sistem pelaporan titik api berbasis komunitas, serta insentif berbasis kinerja bagi desa yang berhasil menjaga wilayahnya tetap bebas dari kebakaran.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan sarana dan prasarana pencegahan serta penanggulangan karhutla milik Asian Agri oleh Bupati Pelalawan dalam hal ini diwakili oleh Asisten I Setda Pelalawan beserta jajaran. Peninjauan tersebut menjadi bentuk komitmen untuk memastikan kesiapsiagaan di lapangan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menjaga wilayah tetap bebas dari risiko kebakaran.

Tags

Terkini