RIAULIFE.COM – Sebuah insiden terjadi di bangunan Cagar Budaya Tangsi Belanda, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau. Lantai dua bangunan tersebut runtuh. Saat kejadian sejumlah siswa Sekolah Dasar sedang melakukan kunjungan studi tur. Akibatnya sejumlah siswa dan seorang guru mengalami luka-luka.
Dilansir dari tribunpekanbaru.com, Bordes lantai dua bangunan peninggalan kolonial Belanda itu runtuh, pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 09.45 WIB. Rombongan studi tur berasal dari SD IT Baitul Ridho, Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam. Kurang lebih 55 murid kelas 5 dan 6 bersama 13 guru pendamping mengikuti kegiatan pengenalan sejarah. Tiba di Lokasi Tangsi Belanda pukul 08.35 WIB, selanjutnya rombongan dipandu berkeliling kompleks bangunan.
Saat rombongan memasuki satu ruangan di lantai dua, struktur lantai dari papan kayu tidak mampu menahan beban dan langsung ambruk. Hal ini menyebabkan sejumlah siswa serta guru terjatuh ke lantai dasar dengan ketinggian sekitar empat meter. Suasana di dalam bangunan berubah menjadi panik, disertai teriakan dan tangisan anak-anak.
Sedikitnya sembilan siswa dan satu guru mengalami luka-luka. Cedera yang dialami antara lain luka robek di kepala dan kening, memar pada tangan, bengkak pada kaki, serta nyeri di bagian pinggang. Seluruh korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tengku Rafi’an Siak untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, mengatakan tim BPBD langsung bersiaga di lokasi setelah menerima laporan kejadian. Fokus utama penanganan, menurut dia, adalah evakuasi korban dan pengamanan area. BPBD belum melakukan pembersihan reruntuhan karena lokasi kejadian masih menjadi bagian dari proses penyelidikan kepolisian.
“Untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara oleh Inafis Polri, area belum boleh dibereskan,” kata Novendra.
Pascakejadian, pengelola menutup sementara kompleks Tangsi Belanda dari kunjungan wisata. Aparat kepolisian melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab runtuhnya lantai bangunan tersebut. (redaksi)